NANGA PINOH – Pekan Gawai Dayak Barai Bajong IV resmi digelar di Dusun Istana Kayan RT 03 Bajong, Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh, pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan budaya yang menjadi agenda tahunan masyarakat setempat ini akan berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan berbagai rangkaian adat serta hiburan rakyat.
Pekan Gawai Dayak Barai Bajong menjadi momentum bagi masyarakat Dusun Istana Kayan RT 03 Bajong untuk melestarikan adat dan budaya Dayak yang diwariskan secara turun-temurun. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkenalkan tradisi lokal kepada generasi muda.
Ketua Panitia, Yohanes Liong, mengatakan bahwa penyelenggaraan Pekan Gawai Dayak Barai Bajong telah menjadi kegiatan rutin setiap tahun. Menurutnya, pelaksanaan gawai selalu dirangkaikan dengan sejumlah prosesi adat yang memiliki makna penting bagi masyarakat.
“Pekan Gawai Dayak Barai Bajong ini kami selenggarakan setiap tahun dibarengi dengan kegiatan Adat Berumpan, Tuak Pamali, Nijak Batu Tolok dan Berkandau (Berimpoh),” ujar Yohanes Liong.
Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat juga akan disuguhkan hiburan rakyat yang dimeriahkan oleh penampilan Bintang Borneo Music. Kehadiran hiburan tersebut diharapkan semakin menambah semarak suasana gawai sekaligus menjadi sarana kebersamaan bagi warga yang hadir.
Pekan Gawai Dayak Barai Bajong IV menjadi bukti komitmen masyarakat Dusun Istana Kayan RT 03 Bajong dalam menjaga dan mempertahankan nilai-nilai budaya lokal. Melalui kegiatan ini, tradisi adat tetap dilestarikan sekaligus menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya masyarakat Dayak di Desa Nanga Kayan.
Saat ditemui di kediamannya, Kepala Desa Nanga Kayan, Hamdan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pekan Gawai Dayak Barai Bajong IV yang digelar oleh masyarakat RT 03 Bajong.
“Atas nama Pemerintah Desa Nanga Kayan, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada panitia serta seluruh masyarakat RT 03 Bajong yang telah bergotong royong menyelenggarakan Pekan Gawai Dayak Barai Bajong IV. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian masyarakat dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat serta budaya Dayak agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus,” ujar Hamdan.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Menurutnya, gawai bukan hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan masyarakat.
“Saya mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga ketertiban, saling menghormati, serta menjadikan Pekan Gawai Dayak Barai Bajong sebagai sarana memperkuat rasa kekeluargaan. Semoga kegiatan ini berjalan lancar hingga selesai dan terus menjadi agenda budaya yang membawa manfaat bagi masyarakat Desa Nanga Kayan,” tutupnya.



